Selasa, 05 April 2016

Sebab Dari Engkau

Disaksikan purnamanya bulan.

Disertakan hembusnya angin.

Dililitkan dinginnya malam.

Hati ini tiada dusta dalam berkata,

Mulut ini tiada sisakan luka
Dengan penuh suka dan cita, hati ini bersih dari duka.

Tiada sisa goresan luka, terasa hilang semua luka.

Hanya karna aku ingin menyapanya!

Jumat, 18 Maret 2016

Tanyaku.

Aku merenung di kala senja,
Tak banyak yg kupikir,
hanya sedikit tentang jalanku.
Aku berpijak di pijakan orang,
aku melangkah ditapakan orang,
kulepas kepenatanku di persinggahan asing.

Tak sungguh-sungguh malang aku anggapkan.
Hanya sekilas berfikir.
Tiada kawan untuk kusampaikan cerita.

Tak pantas hati perfikir menyalahkanNya, hidup adalah karuniaNya.
Pantaslah semua jadi bahan kesyukuran.

Tak banyak memang yg kupikirkan.
Tiada kawan untuk kusampaikan cerita. Habis tinta pena yg biasa untukku menulis. Tiada lembaran yg tersisa untuk kugambarkan semua hal.
Hanya sedikit berfikir, aku hendak ke mana?

Kamis, 02 Juli 2015

Cerminku di Depanmu

Dia itu bukan pohon usia tua
Yang semua rerumput diteduhinya

Dia itu bukan gembala
Yang semua binatang dituntunnya

Dia itu memang bukan dahaga
Yang memang benar perlukan air tenggorokan
Itu adalah kebenaran

Dia itu tak beda dari keindahan
Keindahan yg dipandang orang-orang
Orang-orang diteriknya matahari
Di jejakan kaki di hamparan batu pasir
Di langkahnya keletihan langkah-langkah

Dia terbaring tak jauh dari dipan singgasana
Singgasana dikuasanya raja perkasa
Raja dikayakan harta, tahta, dan beradat
Singgasana di agungkan rakyat jelata sengsara
Rakyat tak mau raja, tak budikan raja, tak pandangi tahta

Kau berbaring tak jauh dari singgasanya..

Minggu, 28 Juni 2015

Cinta dan Penjara



Kau kata indah dengan cinta dan sayangmu

Kau rajutkan rindu rapihkan tawa

Samarkan gejolak tiap detik

Lirihkan rintih tiap masa



Kutegunkan pikirku

Awal kata dari mulutmu belum lamanya waktu

Kau kucupkan mawar yang mekar memerah

Kau layukan daun segar menghias

Bahkan tegunku melayukan akar nan kokoh



Kau ucapkan kata elokmu

Kau cicipkan rindu di benakku

Kau tanam, kau hiaskan tamanku

Kau suburkan, kau tanahi pengakaran



Lama waktu dibutuhkan semuanya

Lama perih tangan kerjakan

Indah kau tata semua



Semua kini runtuh gugur rangkas

Termakan siksa dalam penjara

Bukan cinta yang menyuburkan



Kau samakan cintaku penjaramu

Kau lantangkan suara dengan dakwamu

Tak disangkakan hatiku

Tak dibayangkan anganku

Kau rucuk, kau regas, kau patahkan pucuk pengharapku

Kau layukan, kau buatkan diri ini luka benci

Kau suburkan ini sebagaimana kau tanahi tamanku



Dengarkanlah... Akan kupegang teguh juga ini, sebagaimana dulu....

Kalau KIta Mati



Kalau kelak nyawa tak lagi di raga

Kalau kelak masa tak lagi terlewati

Kalau kelak mata tak ijin terbuka

Masihkah sombong dengan semua ini?




Tertawa, suka ria, penuhi diri hura-hura




Kalau kita mati

Kalau kita mati, apa pikiran ini inginkan




Kalau kita mati

Kelak nyawa tak lagi di raga

Rabu, 22 April 2015

Yang Jauh

Cintaku… Cintaku…

Cintamu… Cinta kita…



Cinta tidak melemahkan

Cinta tidak pula merunthkan

Cinta menguatkan, mengukuhkan hingga tak runtuh



Tuhan memang ciptakan kita

Kita dengan sikap berbeda, dengan rasa yang tak sama



Katakana dengan lantang, apa yang mungkin melemahkan

Diri ini mungkin tak mampu lihatkan

Lihat noda yang melemahkan hati

Cinta, cinta, cinta dalam cinta

Berujung luka dan lara

Tiada rasa yang harapkan suka

Suka akan perubahan dalam langkah

Langkah ini kuat, kokoh tak rapuh



Cinta, cinta dalam cinta

Cinta tanpa ujung, tanpa angapkan tahta

Adat yang berlaku tiada dinding karenanya



Cinta, cinta katakan cinta

Aku kosong, terbuang, sendiri,tak punya apa

Sendiri, tanpa cinta