Rabu, 22 April 2015

Yang Jauh

Cintaku… Cintaku…

Cintamu… Cinta kita…



Cinta tidak melemahkan

Cinta tidak pula merunthkan

Cinta menguatkan, mengukuhkan hingga tak runtuh



Tuhan memang ciptakan kita

Kita dengan sikap berbeda, dengan rasa yang tak sama



Katakana dengan lantang, apa yang mungkin melemahkan

Diri ini mungkin tak mampu lihatkan

Lihat noda yang melemahkan hati

Cinta, cinta, cinta dalam cinta

Berujung luka dan lara

Tiada rasa yang harapkan suka

Suka akan perubahan dalam langkah

Langkah ini kuat, kokoh tak rapuh



Cinta, cinta dalam cinta

Cinta tanpa ujung, tanpa angapkan tahta

Adat yang berlaku tiada dinding karenanya



Cinta, cinta katakan cinta

Aku kosong, terbuang, sendiri,tak punya apa

Sendiri, tanpa cinta

Kamis, 16 April 2015

Anak Tunggal Bapakku




Hujan di malam hari

Harinya di ujung kota

Kota kaya akan suara dunia

Kota dengan lilitan riuh tawa suka

Di tenpat seperti itu, di batas pinggiran sungai




Tertegun dagu sayu mata memandang

Pandangan yang terbiasakan, halu halang rintang di depan

Banyak hilir sapa, tak sampai dihiraukan

Banyak beriring celoteh kampung, tak pernah telinga dengar




Di ujung kota, berjuang untuk harapan

Sakit rasa, batin, mata, juga telinga

Hanya sebagai permata yang melilitnya

Semua itu untuk jadi sebuah percobaan, untuk jadi sebuah rangkaian

Dan akan jadi sebuah jalan

Kamis, 05 Februari 2015

Profile


Name: Danang Rajid P
Address: Gandu, Bendungan, Karangmojo
Place, date of birth: Karangmojo, April 2, 1996.
Graduated from: SMK N 2 Wonosari
Status: Single
Blood type: O
Name of Parent: Syahrino & Rubiyanti
Facebook: www.facebook.com/DanangRNasution
Email: danangberhasil@gmail.com
Other blogs: belajarnegeriku.blogspot.com & ilmusederhana.heck.in
Hobbies: playing chess, reading
Interests: Politics, Business, Livestock
Ideals: Being Independent Entrepreneur
Something in care: Islam
Something to dream: Making parents say "I'm proud of you!"

Jumat, 28 Maret 2014

Cinta Lama

Sebuah kenangan yang hampir luluh
Di ujung sendu yang melekat duka
Di atas gejolak yang siap melahap

Kenangan ini akan tinggal sementara
Menunggu jangkar yang lepas tambat
Tubuh ini memang merasakan itu
Seperti apa yg terlukiskan
Menjadikan tak asing jika dicemooh
Tubuh ini memang merasakan itu
Diujung sendu yang melekat duka

Disana seorang nahkoda berlayar
Menjauh dari dermaga
Dermaga yang yang dulu jangkar tertambat

Minggu, 16 Juni 2013

Rintih "Penjaja"







Hiruk pikuk jadi gelar
Melekat seolah tak mau menampak
Hiruk pikuk seolah menyandang
Sebuah kesengsaran dipundak pemuda

Hiruk pikuk seolah menjadi gelar
Seorang insan sayu memandang
Bebatuan diatas mengalir
Air cucuran hanyutkan sebuah harapan
Meratapi dan semakin sayu

Insan tergoda disaat ia melamun
Merintihkan sakit dipundaknya
Beban yang amat berat ia pikul
Bersama itu ia ikuti air mengali

Selasa, 19 Maret 2013

Pujangga Kelabu










Ini wajah penuh bayang
Bayang akan gelapnya malam
Disaat kujejaki jalan berdua
Bersama penyesalan akan cerita
Kesalahanku sebelumnya
Membuatku tak menentu
Tak harap nyalkan api kehidupan
Menyalakan percikpun jadi mimpi

Sajak ini kubuat untukku mneyesal
Menyesal akan ceritaku
Di masa yang sulitSulit dalam segala hal
Kukatakan jua bersama ini
Penyesalan diri

Teringat pula bayangan cerah
Cerah di depan mata
Memandangi itu dengan segan
Dengan penuh harap kacau
Mengacau karena tak tau
Tentang perjalanan di belakangku
Hanya kulihat depan jalannya saja
Tak urung ku selalu merenung
Nasib pujangga kelabu