Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juli 2015

Cerminku di Depanmu

Dia itu bukan pohon usia tua
Yang semua rerumput diteduhinya

Dia itu bukan gembala
Yang semua binatang dituntunnya

Dia itu memang bukan dahaga
Yang memang benar perlukan air tenggorokan
Itu adalah kebenaran

Dia itu tak beda dari keindahan
Keindahan yg dipandang orang-orang
Orang-orang diteriknya matahari
Di jejakan kaki di hamparan batu pasir
Di langkahnya keletihan langkah-langkah

Dia terbaring tak jauh dari dipan singgasana
Singgasana dikuasanya raja perkasa
Raja dikayakan harta, tahta, dan beradat
Singgasana di agungkan rakyat jelata sengsara
Rakyat tak mau raja, tak budikan raja, tak pandangi tahta

Kau berbaring tak jauh dari singgasanya..

Minggu, 28 Juni 2015

Kalau KIta Mati



Kalau kelak nyawa tak lagi di raga

Kalau kelak masa tak lagi terlewati

Kalau kelak mata tak ijin terbuka

Masihkah sombong dengan semua ini?




Tertawa, suka ria, penuhi diri hura-hura




Kalau kita mati

Kalau kita mati, apa pikiran ini inginkan




Kalau kita mati

Kelak nyawa tak lagi di raga

Kamis, 16 April 2015

Anak Tunggal Bapakku




Hujan di malam hari

Harinya di ujung kota

Kota kaya akan suara dunia

Kota dengan lilitan riuh tawa suka

Di tenpat seperti itu, di batas pinggiran sungai




Tertegun dagu sayu mata memandang

Pandangan yang terbiasakan, halu halang rintang di depan

Banyak hilir sapa, tak sampai dihiraukan

Banyak beriring celoteh kampung, tak pernah telinga dengar




Di ujung kota, berjuang untuk harapan

Sakit rasa, batin, mata, juga telinga

Hanya sebagai permata yang melilitnya

Semua itu untuk jadi sebuah percobaan, untuk jadi sebuah rangkaian

Dan akan jadi sebuah jalan

Minggu, 16 Juni 2013

Rintih "Penjaja"







Hiruk pikuk jadi gelar
Melekat seolah tak mau menampak
Hiruk pikuk seolah menyandang
Sebuah kesengsaran dipundak pemuda

Hiruk pikuk seolah menjadi gelar
Seorang insan sayu memandang
Bebatuan diatas mengalir
Air cucuran hanyutkan sebuah harapan
Meratapi dan semakin sayu

Insan tergoda disaat ia melamun
Merintihkan sakit dipundaknya
Beban yang amat berat ia pikul
Bersama itu ia ikuti air mengali

Rabu, 13 Februari 2013

Semangat Gadis Desa


Semangat Gadis Desa






Paruh di ujung bukit

Menjulang tinggi Bertiang banbu

Rapuk tak akan jadi senandung

Tujuan hidup kuatkan hati

Senandung lara tak sayat lagi


Biarkan buih menerjang lautan

Ombang membiah menerjang mengekang

Biarkan sendau hiasi malam

Tak jadi musim dalam hidup

Hidup, bahagia dan tersenyum

Itu..

Hidup, merapuh dan melengguh

Juga...



Ratapan tiada berbuah

Lari dengan tujuan itu

Melangkahpun begitu

Mengayun sehelai ranting



Di pucung duri mawar

Melancip menusuk

Menumbuh Membui

Tapi tak membusuk!

Selasa, 22 Januari 2013

Takdir Kehidupan











Hidup ini dua
Dua untuk segalanya
Apa yang kalian fikirkan tak sedikitpun teriangku
Ini soal yang dua
Dua untuk semuanya
Semua itu biasa saja
Yang terpenting kita satu diantara dua
Kebaikan kita paling tidak
Kaya miskin biasa
Susah senang biasa
Semua dua
Tapi kita yang punya
Kendali dari semuanya
Siapkan kejutan untuk orang di luar sana
Yang dua, aku yang satu
Untuk mereka sadari
Paling tidak bukan kita yang miskin
Ketika ada si kaya dan si miskin
Palingtidak bukan kita yang susah
Ketika ada senang dan susah

Minggu, 23 Desember 2012

Lankah Seseorang


Lankah Seseorang

Berayun menerpa angin
Terasa berat dalam inginku
Takterlalu cepat dengan jalanku.
Menjinjing kain serakan debu.
Jarak hidup hnaya sejengkal dari perjalananku..
Bukan berarti tak lama lagi
Semakin aku menharap kenyataaan di halaman buku lain,
Hidup haruslah ini
Tak apa merasa ragu
Nikmati jua buah ini
Seperti ini sekali lagi..
Merayu saja,
Aku tak mau memaksaNya untuk murka..
Seperti ini sekali lagi.

Senandung Semangat



Senandung Semangat

Gemericik ini seperti dulu
Pelan lembut tak ada beda
Aku juga mengingat itu.
Selangkah aku ke depan, tapi tak menatap
Seperti ini juga saat itu

Disana memang terlihat sejuk
Mungkin sudah saatnya aku mencoba
Susah memang mencarinya
Tapi memang begitu
Tak apalah kumemutar langkah
Kembali mungkin untuk menyulam asa

Sabtu, 03 November 2012

Sekilas Merasa



Rindu berbalut kebimbangan

Inilah saat dimana akan datang aliran air

Namun tak kuharapkan itu

Aku hanya akan kata seuntai




Walaupun tak sejernih aliran air di pantai

Inilah jiwaku yang melagu

Dalam angan aku seprti ini

Yaitu tak seorangpun tau dengan ini

Abaikan hembusan yang menyesakkan




Walau seperti itu...

Selasa, 30 Oktober 2012

Cita-Cita Kita




Cita-Cita Kita




Aku bukan hanya berkata apa yang kamu tau


Tapi hidup berkata dengan ayunanku


Entah apa ini yang akan tumbuh di muka


Air dengan lembut mengalirkan benih kesyahduan


Beroihaklah pada apa yang akan muncul kelak


Bukan untuk kebodahan tapi perkataan


Jalan berliku mendagi laju


Salju menggulung badai teriang awan meluruh


Tapi hanya ada sekarang lainpun aku mengharapkan itu


Lihat dan apa yang akan muncul saat itu pula

Dengar dan akan terkabarkan dengan duka yang ada di dangkalan sayu

Perjuangan Hidup

Perjuangan Hidup


Keras hati di kala sayu

Bagai batu berlalu di dangkalan kali

Hati memang begitu

Haruskah semua berkata untuk sebuah kepastian yang ada?

Atau hanya butuh seuntai aliran semu

Memang terkadang semua berlaku dalam kadaan begitu

Tapi lihatlah semua yang hati ketahui

Berkata tidsak melangkahkan laju ke depan

Katakan pa yang munkin ada di nuranimu

Dan lihat apa yang akan menantimu kelak

Hati Nurani

Hati Nurani


Hilang luka di balik batu

Terselubung lumut berlumur kapur

Duka juga mengalir

Seperti batu di arus kali

Tergelimpang tak tentu dengan keadaan

Hambar hati mengatakan sama

Luka bukan berarti akhir segala

Apa yang hidup bukanlah batu yang akan mengapung dengan ayunan air sungai

Alampun pernah menghijau dengan balutan air embun

Dengan apa kita percaya keadaan?

Air atau api

Seolah begitu